Pernahkah Anda merasa lebih rileks, fokus, dan damai saat berjalan-jalan di taman, hutan, atau di tepi pantai? Ada sebuah alasan ilmiah di baliknya. Manusia memiliki ikatan biologis bawaan dengan alam. Keterhubungan inilah yang menjadi inti dari salah satu pendekatan desain yang paling penting saat ini: Biophilic Design.
Secara sederhana, Biophilic Design atau Desain Biofilik adalah seni merancang ruang yang menyatukan kita kembali dengan alam. Ini bukan sekadar tren meletakkan satu pot tanaman di sudut ruangan. Sebaliknya, ini adalah sebuah pendekatan holistik untuk menciptakan lingkungan binaan yang meningkatkan kesehatan fisik dan mental kita dengan cara meniru atau memasukkan elemen-elemen dari alam. Kabar baiknya, Anda tidak perlu merombak total rumah Anda untuk memulainya. Berikut adalah 5 cara praktis untuk menerapkan prinsip ini.
1. Maksimalkan Cahaya Alami dan Pemandangan ke Luar
Ini adalah koneksi paling mendasar dan paling berdampak dengan alam. Cahaya matahari tidak hanya menerangi ruangan, tetapi juga mengatur ritme sirkadian (jam biologis) kita, meningkatkan mood, dan produktivitas. Membiarkan pandangan mata terhubung dengan dunia luar juga terbukti dapat mengurangi stres.
Cara Menerapkannya:
- Jangan Halangi Jendela: Hindari menempatkan lemari besar atau sofa yang menghalangi jendela Anda. Biarkan jalur cahaya sebebas mungkin.
- Gunakan Gorden yang Tepat: Gunakan gorden tipis (vitrase) untuk lapisan dalam agar privasi terjaga namun cahaya tetap bisa masuk di siang hari. Tarik gorden tebal Anda hingga terbuka penuh setiap pagi.
– Ciptakan “Vignette” di Jendela: Atur posisi kursi baca atau meja kerja Anda agar menghadap ke jendela. Dengan begitu, Anda bisa menikmati pemandangan taman atau langit sambil beraktivitas.
2. Hadirkan Tanaman Hias secara Melimpah dan Strategis
Ini adalah cara yang paling literal untuk membawa alam ke dalam. Tanaman tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi hijau, tetapi juga aktif meningkatkan kualitas udara dan terbukti secara psikologis dapat menenangkan.
Lebih dari Sekadar Satu Pot:
- Buat “Green Corner”: Kelompokkan beberapa tanaman dengan tinggi, bentuk, dan tekstur daun yang berbeda di satu sudut ruangan. Pengelompokan ini menciptakan “pulau” hijau yang memiliki dampak visual lebih kuat.
– Manfaatkan Ruang Vertikal: Gunakan pot gantung (hanging planters) atau bangun sebuah taman vertikal sederhana di dinding untuk menciptakan dinding hijau yang rimbun tanpa mengorbankan ruang lantai.
– Pilih Tanaman Pembersih Udara: Prioritaskan tanaman yang terkenal akan kemampuannya menyaring polutan udara dalam ruangan, seperti Lidah Mertua, Sirih Gading, dan Peace Lily.
3. Gunakan Material, Pola, dan Tekstur Alami
Anda juga bisa menghadirkan nuansa alam secara tidak langsung melalui material dan pola yang Anda pilih. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman sentuhan dan visual yang mengingatkan kita pada alam.
Sentuhan Alam di Mana-mana:
- Prioritaskan Kayu: Gunakan furnitur berbahan kayu solid, lantai parket, atau bahkan panel kayu sebagai aksen di dinding. Biarkan serat-serat alaminya terekspos.
– Gunakan Material Anyaman: Elemen seperti kursi rotan, kap lampu dari bambu, keranjang dari eceng gondok, atau karpet dari rami akan menambahkan tekstur yang hangat dan organik.
– Pilih Tekstil dari Serat Alami: Gunakan sprei katun, sarung bantal linen, dan selimut wol. Bahan-bahan ini terasa lebih “bernapas” dan nyaman di kulit.
– Integrasikan Pola Botani: Jika Anda menyukai pola, pilihlah motif yang terinspirasi dari alam, seperti pola daun, bunga, atau cabang pohon pada sarung bantal atau wallpaper.
4. Ciptakan Elemen Air dan Aliran Udara
Desain biofilik tidak hanya tentang apa yang kita lihat, tetapi juga apa yang kita dengar dan rasakan. Memasukkan elemen air dan udara akan melengkapi pengalaman sensorik.
Untuk elemen air, Anda bisa meletakkan sebuah air mancur meja (tabletop fountain) kecil di ruang keluarga. Suara gemericik air yang lembut terbukti sangat efektif untuk menenangkan pikiran dan meredam suara bising dari luar. Sementara itu, untuk elemen udara, pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Bukalah jendela secara teratur untuk menciptakan aliran udara silang (cross-ventilation). Anda juga bisa menggantung hiasan gantung (mobile) yang bergerak lembut saat tertiup angin sepoi-sepoi.
5. Tiru Bentuk dan Alur dari Alam (Biomorphic Forms)
Ini adalah pendekatan yang lebih halus. Alam jarang sekali memiliki bentuk kotak yang sempurna atau garis lurus yang kaku. Anda bisa meniru bentuk-bentuk organik ini dalam pilihan furnitur dan dekorasi Anda.
Alih-alih meja kopi berbentuk persegi yang tajam, mungkin Anda bisa memilih meja dengan bentuk oval atau bahkan bentuk seperti batu kerikil raksasa. Pilihlah sofa atau kursi dengan sandaran yang sedikit melengkung. Gunakan karpet dengan pola abstrak yang menyerupai riak air atau urat daun. Bentuk-bentuk yang lebih lembut dan tidak beraturan ini terasa lebih alami dan nyaman bagi mata manusia.
Kesimpulan
Desain Biofilik mengajarkan kita bahwa rumah seharusnya lebih dari sekadar tempat berlindung. Ia bisa menjadi sebuah ekosistem yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan kita. Ini adalah tentang menciptakan hubungan yang lebih dalam dan sadar antara ruang hidup kita dengan dunia alami.
Anda tidak perlu menerapkan semua cara ini sekaligus. Mulailah dari yang paling mudah bagi Anda, misalnya dengan menambahkan beberapa tanaman hias di dekat jendela atau membuka gorden Anda setiap pagi. Setiap sedikit koneksi dengan alam yang Anda bawa ke dalam rumah akan berkontribusi pada hunian yang lebih sehat, lebih tenang, dan pada akhirnya, lebih membahagiakan.






