Menu

Mode Gelap

Taman & Halaman WIB ·

Panduan Merawat Caladium agar Warna Daunnya Cerah dan Tetap Subur


 Panduan Merawat Caladium agar Warna Daunnya Cerah dan Tetap Subur Perbesar

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan Keladi Hias (Caladium)? Daunnya yang tipis seperti kertas hadir dalam kombinasi warna yang luar biasa—merah muda, merah menyala, putih bersih, dan hijau—dengan corak seolah-olah seniman alam melukisnya secara langsung. Tidak heran jika tanaman ini menjadi primadona dan banyak pencinta tanaman mengoleksinya di seluruh Indonesia.

Meskipun orang menggolongkan Caladium sebagai tanaman yang cukup mudah dirawat, banyak pemilik yang merasa kesulitan untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Sebenarnya, kunci untuk sukses merawat sang primadona ini sederhana yaitu dengan memahami dan tiru kondisi habitat aslinya. Panduan lengkap ini akan membongkar semua rahasia perawatannya.

Memahami Sifat Dasar Keladi Hias

Pertama-tama, kita harus tahu bahwa Keladi Hias adalah tanaman yang tumbuh dari umbi. Ia merupakan tanaman asli hutan hujan tropis Amerika Selatan. Di habitat aslinya, ia akan tumbuh rimbun selama musim hujan yang hangat, lalu akan merontokkan semua daunnya dan “tertidur” dalam bentuk umbi di bawah tanah selama musim kemarau. Tentu saja, memahami siklus alami inilah yang menjadi dasar dari semua perawatannya.


5 Kunci Utama Perawatan Aglaonema

Untuk mendapatkan Aglaonema yang sehat dan subur, Anda hanya perlu fokus pada lima aspek utama ini.

1. Media Tanam: Wajib Super Gembur dan Berongga (Porous)

Ini adalah kunci paling krusial. Sebab, umbi Caladium sangat rentan busuk. Jika Anda menanamnya di tanah kebun biasa yang padat dan menahan air, hampir bisa Anda pastikan umbinya akan membusuk.

Resep Media Tanam Juara:

Anda harus menciptakan media tanam yang bisa mengalirkan air dengan sangat cepat namun tetap bisa menjaga sedikit kelembapan. Campuran yang paling populer digunakan oleh para kolektor adalah:

  • Sekam Bakar dan Sekam Fermentasi: Keduanya berfungsi untuk menciptakan rongga udara yang maksimal di dalam media tanam.
  • Kompos Daun atau Andam (Pakis Cacah): Bahan ini memberikan nutrisi organik dan menjaga tingkat keasaman (pH) tanah.
  • Sedikit Pasir Malang atau Perlit: Campuran ini akan menambah bobot media agar pot tidak mudah terguling sekaligus meningkatkan drainase.

Maka dari itu, hindari penggunaan tanah liat atau tanah merah yang berat sama sekali.

2. Pencahayaan: Kunci Warna Daun yang “Ngejreng”

Ingat, Caladium adalah tanaman lantai hutan. Oleh karena itu, ia membutuhkan cahaya terang yang tidak mengenainya secara langsung (bright, indirect light).

  • Lokasi Ideal: Tempatkan Caladium Anda di teras yang teduh, di bawah naungan paranet, atau di dalam ruangan yang sangat dekat dengan jendela.
  • Bahaya Matahari Langsung: Sinar matahari langsung yang terik, terutama di siang hari, akan menghanguskan daunnya yang tipis dan menyebabkan munculnya bercak cokelat kering.
  • Rahasia Warna Cerah: Meskipun tidak suka matahari langsung, Caladium tetap butuh cahaya yang sangat terang. Cukupnya cahaya akan membuat warna merah atau pink pada daunnya keluar dengan maksimal. Sebaliknya, jika Anda menempatkannya di lokasi yang terlalu teduh, corak warnanya cenderung akan memudar.

3. Penyiraman: Jaga Konsistensi Kelembapan (Saat Masa Tumbuh)

Selama periode pertumbuhan aktif (saat ia memiliki daun yang rimbun), Caladium termasuk tanaman yang cukup haus. Ia menyukai media tanam yang konsisten lembap, tetapi tidak becek.

Gunakan kembali “tes jari” andalan Anda. Siram tanaman Anda hanya jika 2-3 cm bagian atas media tanam mulai terasa kering. Saat menyiram, lakukan secara merata hingga air keluar dari lubang drainase pot. Setelah itu, pastikan Anda membuang sisa air di tatakan pot.

4. Rahasia Terbesar: Memahami Siklus Tidur (Dormansi)

Inilah bagian yang paling sering membuat pemula panik. Jadi, setelah beberapa bulan tumbuh subur, tiba-tiba daun Caladium Anda mulai menguning satu per satu lalu terkulai. Tenang, tanaman Anda kemungkinan besar tidak mati, ia hanya akan tidur (dormansi).

Apa yang Harus Dilakukan Saat Dormansi?

  1. Saat Anda melihat daun-daunnya mulai menguning, ini adalah sinyalnya. Anda harus mengurangi frekuensi penyiraman secara bertahap.
  2. Setelah semua daunnya layu dan mengering, potong sisa batang daun tersebut dan hentikan penyiraman sama sekali.
  3. Sekarang Anda punya dua pilihan: biarkan saja umbinya di dalam pot yang kering tersebut dan simpan pot di tempat yang sejuk. Atau, Anda bisa membongkar media tanam, mengangkat umbinya, lalu menyimpannya di dalam wadah berisi serbuk gergaji kering.

Cara “Membangunkan” Kembali Keladi Anda

Setelah beberapa bulan masa dormansi, saatnya untuk membangunkannya. Cukup mulai siram kembali pot yang berisi umbi tersebut secara perlahan. Letakkan di tempat yang hangat, dan dalam beberapa minggu, tunas baru yang segar akan muncul.

5. Pemupukan dan Hama

Berikan pupuk cair seimbang (NPK) setiap dua minggu sekali selama masa pertumbuhan aktif untuk mendukung pembentukan daun yang besar. Hama yang terkadang menyerang adalah ulat atau kutu putih. Anda harus segera mengatasinya dengan mengambilnya secara manual atau menggunakan pestisida alami.


Kesimpulan

Merawat Keladi Hias adalah tentang memahami ritme alaminya. Pada dasarnya, kunci kesuksesannya terletak pada tiga hal: menyediakan media tanam yang super gembur, memberikan cahaya terang yang terlindung, dan menghormati siklus istirahatnya.

Dengan begitu, jangan lagi takut saat Caladium kesayangan Anda mulai merontokkan daunnya. Kini Anda tahu itu hanyalah bagian dari siklus hidupnya yang menakjubkan. Dengan perawatan yang tepat, ia akan kembali menyapa Anda dengan pertunjukan daun-daun baru yang spektakuler setiap musim tanamnya. Selamat menikmati keindahan sang Ratu Daun Berwarna!

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ingin Berkebun Tanpa Tanah? Coba Hidroponik di Rumah dengan Panduan Ini!

3 September 2025

hidroponik

Bikin Taman Bernuansa Merah Putih dengan 7 Tanaman Hias Ini

16 Agustus 2025

caladium

Musim Hujan Aman! Cara Bikin Lubang Resapan Biopori di Rumah

12 Agustus 2025

biopori

Tanaman Hias Tetap Sehat di Musim Hujan, Begini Caranya

8 Agustus 2025

tanamanhias
Trending di Taman & Halaman