Menu

Mode Gelap

Tata Ruang WIB ·

WFH Tetap Produktif? Intip 5 Cara Menata Ruang Kerja Ideal


 WFH Tetap Produktif? Intip 5 Cara Menata Ruang Kerja Ideal Perbesar

Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) menawarkan fleksibilitas yang luar biasa. Namun, ia juga datang dengan serangkaian godaan dan distraksi yang unik seperti kasur yang seolah memanggil untuk rebahan, serial TV yang menggoda untuk ditonton, atau suara aktivitas anggota keluarga lainnya. Seringkali, batas antara “waktu kerja” dan “waktu santai” menjadi sangat kabur.

Kunci utama untuk WFH yang sukses dan berkelanjutan seringkali terletak pada tata ruang. Memiliki sebuah area kerja yang dirancang dengan baik bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan. Ruang kerja yang tepat akan mengirimkan sinyal ke otak Anda untuk fokus, meningkatkan produktivitas, dan yang terpenting, membantu Anda “menutup pintu kantor” di akhir hari. Panduan ini akan memberikan lima kunci utama untuk merancang ruang kerja ideal di rumah Anda.

1. Pilih Lokasi yang Tepat (Location, Location, Location)

Langkah pertama dan paling fundamental adalah menentukan di mana “kantor” Anda akan berada. Pemilihan lokasi akan sangat memengaruhi tingkat fokus dan kenyamanan Anda sepanjang hari.

Prioritaskan Ketenangan dan Privasi

Jika memungkinkan, pilihan terbaik adalah sebuah ruangan terpisah yang memiliki pintu yang bisa ditutup. Ini akan menjadi pemisah fisik dan psikologis yang paling efektif. Namun, jika Anda tidak memiliki kamar lebih, pilihlah sudut yang paling tenang di dalam rumah. Jauhkan dari area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang TV atau area bermain anak.

Manfaatkan Cahaya Alami dengan Cerdas

Penelitian menunjukkan bahwa cahaya alami dapat meningkatkan mood dan energi. Oleh karena itu, tempatkan meja Anda di dekat jendela jika memungkinkan. Aturan penempatan terbaik adalah dengan posisi jendela berada di samping Anda. Hindari posisi di mana jendela berada tepat di belakang Anda (akan menciptakan siluet saat video call) atau tepat di depan Anda (bisa menyebabkan silau pada layar monitor).

2. Ergonomi adalah Investasi, Bukan Biaya

Bekerja selama delapan jam sehari di kursi makan atau membungkuk di atas meja kopi adalah resep pasti untuk sakit punggung dan leher. Tata ruang kerja yang baik harus memprioritaskan postur tubuh yang sehat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan Anda.

  • Kursi Kerja yang Layak: Ini adalah investasi terpenting. Pilih kursi yang memiliki penyangga punggung bawah (lumbar support) yang baik, ketinggian yang bisa diatur, dan idealnya memiliki sandaran tangan.
  • Posisi Meja dan Monitor: Atur ketinggian kursi dan monitor Anda sehingga bagian atas layar berada sejajar atau sedikit di bawah level mata Anda. Pastikan juga lengan Anda membentuk sudut 90 derajat saat mengetik, dan kedua telapak kaki Anda bisa menapak rata di lantai.

3. Ciptakan Sistem Organisasi Bebas Stres

Pepatah “meja yang berantakan mencerminkan pikiran yang berantakan” ada benarnya. Kekacauan visual di sekitar Anda akan menciptakan kekacauan mental dan menurunkan tingkat fokus. Ciptakan sebuah sistem agar semua barang memiliki “rumahnya” sendiri.

  • Manfaatkan Dinding (Penyimpanan Vertikal): Jaga agar permukaan meja Anda sebersih mungkin. Pasang ambalan dinding melayang (floating shelves) atau papan memo (memo board) di atas meja Anda untuk menaruh buku, alat tulis, dan catatan penting.
  • Taklukkan Kekacauan Kabel: Tumpukan kabel yang semrawut adalah sumber kekacauan visual utama. Gunakan pengikat kabel (cable ties), selongsong kabel (cable sleeve), atau kotak kabel (cable box) untuk merapikan dan menyembunyikan semua kabel dari pandangan.
  • Definisikan Zona di Atas Meja: Bagi area meja Anda menjadi beberapa zona: zona digital (laptop/monitor), zona menulis (buku catatan), dan zona untuk barang-barang kecil (dalam sebuah nampan).

4. Atur Pencahayaan yang Mendukung Fokus

Cahaya alami memang yang terbaik, tetapi Anda juga memerlukan pencahayaan buatan yang memadai, terutama jika Anda bekerja hingga sore atau malam hari. Jangan hanya mengandalkan lampu utama ruangan yang seringkali menciptakan bayangan.

Sebuah lampu tugas (task light) atau lampu meja yang cahayanya bisa Anda arahkan adalah sebuah keharusan. Lampu ini akan memberikan penerangan yang fokus pada area kerja Anda (keyboard, buku catatan) tanpa menyilaukan mata atau layar monitor. Pilih bohlam dengan warna cahaya putih netral (neutral white) untuk energi dan fokus yang optimal.

5. Ciptakan Batasan Fisik dan Psikologis

Ini adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi (work-life balance) saat bekerja dari rumah. Anda perlu menciptakan “ritual” yang menandakan kapan waktu kerja dimulai dan kapan berakhir.

Gunakan Pembatas Visual

Jika ruang kerja Anda menyatu dengan ruangan lain (misalnya kamar tidur atau ruang keluarga), gunakan pembatas visual untuk memisahkannya. Anda bisa menggunakan rak buku, partisi lipat (sketsel), atau bahkan hanya sebuah karpet yang berbeda untuk menandai “wilayah kantor” Anda.

Lakukan Ritual “Pulang Kantor”

Di akhir jam kerja, lakukan sebuah ritual penutupan. Rapikan meja Anda, matikan komputer (jangan hanya di-sleep), dan tutup buku catatan Anda. Jika memungkinkan, secara fisik tinggalkan area tersebut. Ritual sederhana ini akan membantu otak Anda untuk “beralih mode” dari mode kerja ke mode istirahat.

Kesimpulan

Merancang sebuah ruang kerja di rumah lebih dari sekadar meletakkan meja dan kursi. Ini adalah tentang menciptakan sebuah ekosistem yang dirancang secara sengaja untuk mendukung fokus, menjaga kesehatan, dan melindungi batas-batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda.

Dengan menerapkan kelima kunci tata ruang ini, Anda tidak hanya akan merasa lebih nyaman secara fisik, tetapi juga lebih produktif dan tidak mudah stres. Anggaplah ruang kerja Anda sebagai sebuah investasi, bukan hanya pada karier Anda, tetapi juga pada kesejahteraan Anda secara keseluruhan.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Renovasi atau Bangun Rumah? Jangan Lupakan 5 Prinsip Tata Ruang Ini

28 Agustus 2025

renovation

Konsep Open Space Rumah: Menciptakan Ruang Terbuka

15 Agustus 2025

open-house

Bagaimana Desain Rumah Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia?

9 Agustus 2025

tataruang

Panduan Menata Apartemen Studio agar Ruangan Terlihat Lega dan Rapi

8 Agustus 2025

apartemen
Trending di Tata Ruang